cara menggunakan keris nogo sosro

Infojual keris sengkelat naga liong ± mulai Rp 21.000 murah dari beragam toko online. cek Keris Sengkelat Naga Liong ori atau Keris Sengkelat Naga Liong kw se Keris Nogo Sosro Naga Sasra Sabuk [ Lihat Gambar Lebih Rp 3.500.000: Pusaka Naga Kecil [ Lihat Gambar Lebih Besar Gan] Rp 25.000: Keris Nogo Rojo Naga Raja Luk [ Lihat Gambar Tag belanda kembalikan keris diponegoro, cara menggunakan keris nogo siluman, harga keris nogo siluman, historia keris diponegoro, keris bondoyudo, keris diponegoro, keris diponegoro dikembalikan, Keris Naga Siluman Luk 9 Ngemut Emas Original Asli Sepuh Kuno, keris nogo rojo, keris nogo siluman kecil, keris nogo siluman luk 9, keris nogo sosro BeliKeris Nogo Sosro terlengkap harga murah June 2022 di Tokopedia! ∙ Promo Pengguna Baru ∙ Kurir Instan ∙ Bebas Ongkir ∙ Cicilan 0%. Website tokopedia memerlukan javascript untuk dapat ditampilkan. Perludiketahui bahwa menggunakan pesugihan sendiri melalui mustika pesugihan putih ini merupakan sarana lahir. Dan tentunya Anda harus tetap melakukan usaha batin nantinya. Nah, bagi Anda yang ingin memiliki Mustika Pesugihan Putih untuk mendapatkan segudang khasiatnya, maka silakan Anda hubungi kami di 082223338771 atau 085712999772 CaraMudah Bangkitkan Energi Spiritual pada Keris Nogo Sosro; Cara Mudah Menggunakan Keris Semar Mesem untuk Pelet Pemikat Lawan Jenis; Fakta Luar Biasa Keris Nogo Kembar Pamor Ngulit Semongko; Ilmu Tanjeg Keris; Ilmu Tayuh Keris; Inilah 6 Keris Pusaka Yang Memiliki Kekuatan Magis; Inilah Keris Sakti Incaran Para PEJABAT; Inilah Khasiat Meilleurs Sites De Rencontres Totalement Gratuits. Pengenalan Hello Sobat Pembaca, pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang cara menggunakan keris nogo sosro. Keris nogo sosro adalah senjata tradisional Indonesia yang memiliki nilai sejarah dan juga memiliki keunikan tersendiri. Keris nogo sosro menjadi salah satu senjata yang terkenal karena bentuknya yang unik dan juga memiliki kekuatan spiritual yang diyakini oleh masyarakat Indonesia. Sejarah Keris Nogo Sosro Keris nogo sosro memiliki sejarah yang sangat panjang dan menarik. Konon, keris nogo sosro dibuat oleh seorang Empu bernama Mpu Gandring pada masa Kerajaan Majapahit. Cerita legenda menyebutkan bahwa Empu Mpu Gandring membuat keris nogo sosro atas permintaan dari Raja Majapahit yang sedang mengalami krisis dan membutuhkan bantuan spiritual untuk mengatasi masalah tersebut. Keris nogo sosro kemudian diwariskan dari generasi ke generasi dan hingga saat ini masih menjadi salah satu pusaka yang dijaga ketat oleh masyarakat Indonesia. Cara Menggunakan Keris Nogo Sosro Untuk menggunakan keris nogo sosro, Anda harus memahami terlebih dahulu makna dari setiap bagian keris tersebut. Keris nogo sosro terdiri dari beberapa bagian seperti gagang, wilah, dan tombak. Gagang keris nogo sosro dapat digunakan untuk memegang keris dengan nyaman dan juga sebagai penghubung antara bagian wilah dan tombak. Bagian wilah keris nogo sosro merupakan bagian yang unik dan memiliki nilai seni yang tinggi. Wilah keris nogo sosro memiliki berbagai macam bentuk dan corak yang berbeda-beda tergantung dari daerah asal pembuatnya. Sedangkan, bagian tombak keris nogo sosro merupakan bagian yang berfungsi untuk melukai musuh atau objek yang menjadi sasaran. Langkah-langkah Menggunakan Keris Nogo Sosro 1. Pegang gagang keris nogo sosro dengan nyaman dan pastikan posisi jari-jari Anda tidak menyentuh bagian wilah atau tombak. 2. Gunakan tangan yang lain untuk membuka sarung keris dengan hati-hati. 3. Lihatlah ke arah mata keris sambil mengucapkan mantra khusus yang diyakini dapat memberikan kekuatan spiritual pada keris nogo sosro. 4. Jika Anda akan menggunakan keris nogo sosro untuk tujuan tertentu, sebaiknya Anda meminta bantuan dari seseorang yang berpengalaman dan juga memiliki keahlian khusus dalam menggunakan keris nogo sosro. Perawatan Keris Nogo Sosro Setelah digunakan, pastikan Anda membersihkan keris nogo sosro dengan menggunakan kain yang lembut dan kering. Jangan menggunakan air atau bahan kimia lainnya untuk membersihkan keris nogo sosro karena akan merusak bahan dasar dan juga membuat keris nogo sosro kehilangan kekuatannya. Kesimpulan Dalam penggunaannya, keris nogo sosro memiliki makna yang sangat dalam dan memiliki kekuatan spiritual yang sangat kuat. Oleh karena itu, sebaiknya Anda memahami terlebih dahulu makna dari setiap bagian keris nogo sosro dan meminta bantuan dari orang yang berpengalaman dalam menggunakannya. FAQ 1. Apakah keris nogo sosro boleh digunakan untuk melukai orang? Tidak, keris nogo sosro hanya boleh digunakan untuk tujuan tertentu yang tidak merugikan orang lain. 2. Apa saja bahan dasar pembuatan keris nogo sosro? Bahan dasar pembuatan keris nogo sosro terbuat dari besi yang dipadukan dengan bahan-bahan alami seperti kayu dan juga batu. 3. Apakah keris nogo sosro memiliki kekuatan magis? Ya, keris nogo sosro diyakini memiliki kekuatan magis yang kuat oleh masyarakat Indonesia. 4. Bagaimana cara membersihkan keris nogo sosro? Pastikan Anda membersihkan keris nogo sosro dengan menggunakan kain yang lembut dan kering. Jangan menggunakan air atau bahan kimia lainnya untuk membersihkan keris nogo sosro karena akan merusak bahan dasar dan juga membuat keris nogo sosro kehilangan kekuatannya. 5. Apa saja jenis keris yang ada di Indonesia selain keris nogo sosro? Berbagai macam jenis keris yang ada di Indonesia antara lain keris kujang, keris patrem, keris kebo lajer, dan masih banyak lagi. Keris Nogo – Keris Nogo Sosro merupakan salah satu dhapur Keris Naga yang paling populer dan sangat legendaris sehingga banyak diburu oleh para penggemar dan kolektor Tosan Keris ini sangat indah, ber-luk 13 dengan ciri khas gandhik berbentuk kepala Naga memakai mahkota narpati lengkap dengan badan utuh bersisik yang menghiasi sepanjang bilah Keris dari pangkal sampai ujung kebanyakan Keris Nogo Sosro juga dihiasi kinatah emas serta pada bagian mulut Naga yang menganga seringkali disumpal dengan butiran emas atau batu ini banyak dicari oleh para penggemar dan kolektor Tosan Aji karena merupakan sebuah kebanggan jika dapat memiliki koleksi Keris Nogo Sosro yang asli dan ini juga banyak dicari oleh para pemimpin dan para pejabat tinggi untuk dijadikan sebagai ageman atau piandel karena menurut kepercayaan masyarakat Jawa, konon seorang pemimpin tidak akan dapat bertahan lama menduduki singgasana kekuasaannya tanpa didukung dengan ageman/piandel berupa pusaka-pusaka satu pusaka yang dipercaya memiliki tuah paling ampuh untuk menopang kekuasaan adalah Keris Nogo kebanyakan masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Jawa, hal ini di anggap lumrah dan sudah menjadi kepercayaan turun temurun dari jaman dahulu, bahkan sampai sekarang dijaman yang sudah serba modern dan canggih ini masih banyak yang meyakini bahwa seorang pemimpin harus memiliki pusaka untuk memangku kekuasaanya agar tidak cepat runtuh dan memiliki wibawa yang besar dimata rakyatnya atau orang-orang yang bukan hanya cerita tentang para Raja dan Sultan di masa lalu saja, karena pada kenyatannya para pemimpin dan para pejabat tinggi Negeri ini sampai sekarang masih banyak yang memiliki ageman berupa benda-benda pusaka seperti Keris, jimat atau yang lainnya, karena mereka percaya dengan memiliki pusaka sebagai piandelnya maka apa yang menjadi tujuannya akan lebih mudah jika melihat dari fakta sejarah, memang kenyataannya sampai saat ini hanya orang-orang keturunan Jawa saja yang dapat memimpin Negeri ini dalam waktu yang lama, dan rata-rata dari mereka pasti memiliki Keris atau benda pusaka lainnya, entah hanya sebagai koleksi atau memang dijadikan sebagai ageman/ kalangan para penganut spiritual Kejawen, ada sebuah kepercayaan bahwa pusaka paling sakti yang bisa membantu melanggengkan kekuasaan setingkat Raja atau Pimpinan Negara adalah Keris Nogo Sosro, karena Keris yang di anggap sebagai Rajanya pusaka ini memang dibuat khusus untuk kewibawaan seorang Raja dan untuk Nogo Sosro pertama kali diciptakan oleh Pangeran Sedayu Empu Supo Mandrangi atas titah dari Prabu Brawijaya karena pada saat itu Kerajaan Majapahit sedang dalam keadaan genting dan mencekam akibat banyaknya pemberontakan dan bencana untuk meredam pagebluk tersebut Prabu Brawijaya memerintahkan Empu Supo Mandrangi untuk membabar sebilah Keris pusaka yang bermotifkan Naga dengan 1000 sisik yang memiliki makna bahwa pusaka tersebut merupakan perlambang kekuatan untuk menolak dan membentengi Kerajaan dari 1000 macam bencana dan Sosro juga merupakan simbol kepemimpinan yang adil dan bijaksana, maknanya bahwa Naga yang merupakan simbol kekuasaan harus mampu mengayomi rakyatnya dari semua kalangan, suku, agama dan dari berbagai latar belakang tanpa pandang bulu yang disimbolkan dengan sisik butiran emas atau batu mulia yang sering digunakan untuk menyumpal mulut Naga dimaksudkan untuk meredam aura panas dari Keris makna sesungguhnya dari emas atau batu mulia yang disumpalkan di mulut Naga adalah sebagai simbol agar segala sesuatu yang keluar dari mulut seorang pemimpin hendaknya adalah sesuatu yang baik atau mulia, karena ucapan seorang Raja merupakan Jawa mengenal ungkapan yang berbunyi "Ajining diri soko kedaling lati", artinya kehormatan diri seseorang berasal dari ucapan atau dihubungkan dengan sifat-sifat kepemimpinan, pesan yang tersirat yaitu bahwa sabda seorang pemimpin tidak boleh berubah-ubah Sabdo pandito ratu tan keno wola-wali.Dengan demikian, kemulian seorang pemimpin tercermin dari kemampuannya untuk menyelaraskan antara perkataan dengan keterampilan dan kesaktian Empu Supo Mandrangi, maka terciptalah sebilah Keris pusaka yang bentuknya sangat indah yang dinamakan Keris Nogo Nogo Sosro bukanlah Keris biasa seperti kebanyakan Keris pusaka lainnya. Konon Keris ini mewakili wahyu/pulung kekuasaan karena orang yang dapat memiliki Keris Nogo Sosro yang asli berarti orang tersebut ketempatan wahyu/pulung Nogo Sosro bukan merupakan ageman untuk orang biasa, tapi merupakan pusaka untuk memangku sebuah Negara. Jadi hanya seorang pemimpin Negara atau calon pemimpin Negara saja yang dapat tentunya hanya Keris Nogo Sosro yang asli saja yang memiliki tuah sehebat itu, bukan Keris berdhapur Nogo Sosro yang dibuat sebagai souvenir atau yang dibuat hanya menonjolkan sisi keindahan seninya saja tanpa melalui ritual membuat Keris Nogo Sosro dengan detail ukiran yang indah sekaligus memiliki sisi isoteri yang kuat bukanlah pekerjaan mudah karena memerlukan konsentrasi tingkat tinggi dan waktu yang sangat lama agar bisa tercipta Keris Nogo Sosro yang sang Empu harus membagi konsentrasinya untuk membuat detail ukiran pada bilah Keris dan juga untuk memperkuat sisi isoterinya. Tentunya hal itu hanya bisa dilakukan oleh Empu-Empu linuwih yang sudah kehebatan dan keampuhannya itulah yang menjadikan Keris Nogo Sosro banyak diburu oleh orang-orang yang haus akan kekuasaan, mereka lupa bahwa wahyu/pulung kekuasaan tidak bisa dicari, karena wahyu/pulung kekuasaan hanya akan datang pada orang-orang terpilih saja isi kang nggoleki wadah, dudu wadah kang nggoleki isi.Dari kepercayaan itulah kemudian banyak orang yang datang kepada paranormal dan para praktisi supranatural untuk mencari Keris Nogo Sosro meskipun harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit sebagai kebanyakan Keris Nogo Sosro yang ada saat ini merupakan Keris buatan baru yang tidak memiliki tuah apapun karena Keris tersebut rata-rata dibuat oleh pengrajin Keris tanpa melalui ritual kadang meskipun Keris baru/kamardikan ada juga yang garapnya sangat halus dan rapi, bahkan ada yang menggunakan material dari Keris-Keris tua yang dilebur dan diproses kembali menjadi Keris baru serta memakai kinatah emas asli. Jika sudah di proses, maka Keris baru tersebut akan sangat mirip dengan Keris meskipun bentuknya sangat indah dengan detail ukiran rapi dan berkinatah emas murni, tapi Keris Nogo Sosro buatan baru Kamardikan tidak memiliki perbawa sama sekali, terkesan anyeb dan tidak dengan Keris-Keris dhapur Naga sepuh yang rata-rata memiliki perbawa sangat besar dan terkesan angker wingit.Keris Nogo SosroAmbisi untuk memiliki Keris Nogo Sosro seringkali membuat orang keblondrok membeli Keris Nogo Sosro baru atau palsu yang dikatakan sepuh dan asli dengan nilai mahar yang sangat peminat Keris Nogo Sosro yang kebanyakan merupakan orang-orang kelas atas, kemudian dimanfaatkan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab untuk mencari keuntungan dengan memesan Keris dhapur Nogo Sosro baru kepada para pengrajin Keris lalu diproses lagi sedemikian rupa agar terlihat seperti Keris sepuh dan dijual dengan harga yang penipuan seperti ini sudah ada sejak lama dan sampai sekarang masih tetap berlangsung karena keuntungan yang didapat dari bisnis ini memang sangat Keris Nogo Sosro termasuk dhapur Keris langka, karena pada jaman dahulu hanya para penguasa saja yang bisa memiliki Keris ini sehingga jumlahnya sangat sebaiknya lebih berhati-hati jika ingin membeli Keris Nogo Sosro yang dikatakan asli dan sepuh, apalagi jika nilai maharnya terbilang sampai sudah mengeluarkan banyak uang untuk meminang Keris Nogo Sosro sepuh tapi malah mendapatkan Keris baru/ tidak masalah untuk mengkoleksi Keris baru/kamardikan karena banyak juga Keris-Keris buatan baru yang garapnya bagus dan mengikuti pakem, asalkan antara sipenjual dan sipembeli sudah sama-sama tau dan sepakat. Artinya, bukan Keris baru yang dijual sebagai Keris sedikit informasi tentang filosofi dan tuah ampuh Keris Nogo Sosro yang dapat kami sampaikan pada artikel kali ini. Untuk informasi lain seputar benda-benda pusaka, dapat dibaca pada artikel Harta Langit bermanfaatTerima kasih Contoh keris Nogo Sosro milik Komunitas Lar Gangsir, komunitas pecinta keris di Yogyakarta. Foto Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparanKeris Nogo Siluman milik Pahlawan Nasional Pangeran Diponegoro telah pulang ke Indonesia setelah ratusan tahun di Belanda. Banyak pihak yang menganggap keris itu bukan Nogo Siluman, tetapi Nogo Sosro atau Nogo Lar Gangsir, komunitas pecinta keris di Yogyakarta, Nilo Suseno, meyakini keris yang dibawa pulang itu adalah Nogo Sosro lantaran tubuh naga terukir hingga ujung keris. Sementara itu Nogo Siluman hanya menampakkan leher dan kepala naga di dhapur soal keris ini, bagaimana pecinta keris melihat keris-keris dengan nama nogo itu?Kepada kumparan, Nilo memaparkannya. Dia menjelaskan keris yang ber-dhapur naga baik itu Nogo Rojo, Nogo Sosro, Nogo Siluman, atau nogo yang lain itu melambangkan suatu kekuatan."Jadi biasanya kekuatannya sangat besar dari sisi secara istilah esoteris atau secara keris tayuhan," kata Nilo, Kamis 12/3.Dia menjelaskan keris itu menjadi sarana pendukung untuk mencapai cita-cita atau harapan tertentu. Tidak harus penguasa yang memiliki keris itu. Pujangga pun memiliki keris itu untuk menerima Lar Gangsir komunitas pecinta keris di Yogyakarta, Nilo Suseno. Foto Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan"Biasanya cita-cita atau tujuan yang tinggi. Menjadi kekuatan atau daya penguat sang pemilik untuk mencapai tujuan atau cita-cita atau harapan," kata dipegang pejuang, keris itu bisa menjadi penjaga keselamatan serta berperan mengalahkan musuh. Bisa juga untuk menguasai wilayah tertentu yang diinginkan pemilik."Harapannya atau cita-cita itu adalah tujuan yang sifatnya luhur atau tinggi. Misalnya pengetahuan atau pujangga. Dari beberapa catatan dokumen sejarah keris ada beberapa pujangga memiliki keris naga. Konon kabarnya ada yang membawa wahyu," kata Keris Nogo Siluman milik Komunitas Lar Gangsir, komunitas pecinta keris di Yogyakarta. Foto Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparanLalu bagaimana dengan Nogo Siluman? Nilo menjelaskan bahwa bentuk siluman pada dasarnya merupakan kreativitas si empu keris. Namun itu juga bisa menjadi perlambangan."Misalnya Nogo Siluman. Siluman itu perlambang tidak kelihatan. Siluman itu seperti setengah manusia setengah mahluk gaib. Siluman tidak kelihatan, tapi naganya melambangkan power yang besar. Naga itu misalnya mampu membunuh," kata keris ini banyak aspek esoteris. Menurutnya perlu banyak menggali filosofi baik metafisik maupun spiritual dan pengalaman rohani sang Nogo Rojo memiliki perlambangan kedudukan yang sangat tinggi. Kekuasaan yang mencangkup banyak dan kekuatan yang tak Joko Widodo tengah dan Raja Belanda Willem Alexander kanan melihat keris Pangeran Diponegoro disela kunjungan kenegaraan di Istana Bogor. Foto ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan"Semacam harapan simbol doa memiliki keris Nogo Rojo kekuatannya akan memberikan support yang besar," kata Nogo Sosro merupakan perlambangan naga seribu. Jumlah itu tampak dari banyaknya sisik pada tubuhnya. Jumlah seribu itu melambangkan kekuatan yang sangat banyak."Aplikasinya itu atau manfaat akan didapat biasanya bergantung siapa yang pegang. Dari satu pemilik yang dulu ke generasi berikutnya beda profesi misalnya. Jadi kecocokan dan tidak kecocokan," pungkas Nilo. 403 ERROR Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront CloudFront Request ID 5_3qqzYQx6eQBHcewzeIBgcrRB0TANzrEYZW7kNT-Z_38AADyVolBg== - Belakangan ini sedang hangat pemberitaan tentang dikembalikannya Keris milik Pangeran Diponegoro dari Belanda. Tapi yang menjadi polemik dikalangan para pemerhati dan pecinta Tosan Aji adalah dhapur Keris yang dikembalikan tersebut ternyata berdhapur Nogo Sosro luk 11 kinatah emas kamarogan, bukan berdhapur Nogo Siluman. Padahal selama ini yang dikenal oleh masyarakat Indonesia sebagai Keris milik Pangeran Diponegoro yang selalu menyertai beliau dalam setiap pertempuran melawan penjajah adalah Keris Kyai Nogo Siluman, bukan Keris Nogo Sosro, apalagi warangkanya ladrang yang tidak lazim digunakan untuk berperang. Setiap pemilik Keris memang bisa memberikan gelar apa saja untuk Keris miliknya sebagai bentuk rasa sayang atau kebanggaan terhadap Kerisnya. Jadi syah-syah saja jika Keris berdhapur Nogo Sosro diberi gelar Kyai Nogo Siluman. Contoh lain dari gelar Keris yang tidak sama dengan dhapurnya adalah Keris Kyai Carubuk milik Kanjeng Sunan Kalijogo yang konon justru berdhapur Balebang. Tapi jika kita melihat dari sisi fungsi/tuahnya, antara Keris Nogo Siluman dengan Keris Nogo Sosro tentu sangat jauh berbeda karena dari tujuan awal dibuatnya memang sudah berbeda. Tapi pada artikel kali ini kita tidak akan membahas tentang apakah Keris yang dikembalikan dari Belanda itu benar-benar Keris milik Pangeran Diponegoro atau bukan, tapi hanya akan membahas tentang ciri-ciri fisik dan tuah dari Keris Nogo Sosro, Nogo Rojo dan Nogo Siluman. Secara fisik, antara Keris Nogo Sosro dan Keris Nogo Rojo memang sangat mirip, yaitu bagian gandiknya berupa ukiran kepala Naga memakai mahkota lengkap dengan badan yang menghiasi sepanjang bilah Keris mengikuti luknya sampai ujung bilah. Ilustrasi Keris Nogo Sosro Yang membedakan dari Keris Nogo Sosro dan Keris Nogo Rojo hanya pada bentuk mahkotanya saja. Keris Nogo Sosro memakai mahkota Narpati seperti ikat kepala, sedangkan Keris Nogo Rojo memakai mahkota Raja lebih tinggi. Dari segi tuah juga tidak jauh berbeda karena keduanya sama-sama memiliki tuah untuk wibawa kekuasaan dan pengayoman. Ilustrasi Keris Nogo Rojo Tapi jika bicara soal Keris Nogo Siluman, tentu dari bentuk fisik dan tuahnya sudah berbeda jauh dengan Keris Nogo Sosro dan Keris Nogo Rojo. Bagian gandik Keris Nogo Siluman juga berbentuk kepala Naga memakai mahkota, tapi hanya sebatas leher saja, sedangkan badannya menghilang menyatu dengan bilah Keris. Itulah kenapa dinamakan Nogo Siluman, yaitu Naga yang bisa menghilang atau tersamar. Ilustrasi Keris Nogo Siluman Nama Nogo Siluman atau Nogo Seluman tersebut juga merupakan gambaran dari tuah Keris ini yang bisa membuat pemiliknya tidak terlihat oleh pandangan mata musuh atau tersamar layaknya siluman yang bisa menghilang atau berubah wujud. Sebetulnya tuah Keris Nogo Siluman tidak benar-benar membuat pemiliknya bisa menghilang, tapi hanya mengelabuhi atau menyamarkan penglihatan musuh saja sehingga keberadaanya tidak bisa terlihat oleh pandangan musuh. Selain itu, tuah Keris Nogo Siluman juga bisa menghingdarkan pemiliknya dari berbagai masalah. Oleh karena itulah Keris ini juga sering disebut sebagai Keris Pedhut kabut. Setiap nama dhapur Keris pasti memiliki makna tersendiri yang berkaitan dengan tuah dari Keris tersebut. Begitu juga Keris Nogo Siluman, Keris Nogo Sosro dan Keris Nogo Rojo, masing-masing memiliki makna yang juga menggambarkan fungsi atau peruntukannya. Jadi sangat kecil kemungkinannya jika Keris Nogo Sosro yang dibuat untuk wibawa kekuasaan dan pengayoman memiliki tuah seperti Keris Nogo Siluman. Keris Nogo Siluman memang sangat cocok menjadi piandel seorang pejuang seperti Pangeran Diponegoro yang menggunakan taktik perang gerilya. Karena tuah Keris ini memang bisa menyamarkan keberadaan beliau dan pasukannya dari pandangan musuh. Sedangkan tuah Keris Nogo Sosro adalah sebagai sarana untuk menunjang kekuasaan seorang Raja atau pemimpin dan untuk pengayoman. Jadi hampir tidak mungkin jika Keris Nogo Sosro atau Keris Nogo Rojo digunakan sebagai ageman untuk berperang karena fungsi atau tuahnya memang bukan untuk itu. Demikian sedikit informasi tentang perbedaan bentuk dan tuah Keris Nogo Sosro, Nogo Rojo dan Nogo Siluman yang dapat kami sampaikan pada artikel kali ini. Untuk informasi lain seputar benda-benda pusaka, dapat dibaca pada artikel Harta Langit lainnya. Semoga bermanfaat Terima kasih

cara menggunakan keris nogo sosro